Sejarah Kemplang

Nama kemplang berasal dari Southern dialek melayu local sumatera yang berarti “memukul” untuk merujuk protes perataan adonan kerupuk. Kemplang dikembangkan di kota pesisir dibagian selatan sumatera yang secara tradisional meliputi sumatera selatan, Bangka Belitung dan provinsi lampung.

Di Palembang, home industry kerupuk palembang kemplang sering dikaitkan dengan pempek industry, baik sebagai sarana hamper identik : ikan wahoo dan tapioka. Kerupuk palembang kemplang lebih mungkin untuk di goreng di palembang dan Bangka. Sedangkan di lampung, kerupuk palembang kemplang biasaya panggang di charcoal. Kemplang sering dicari sebagai oleh-oleh (gift bahan makanan atau souvenir) oleh orang-orang yang mengunjungi palembang, Bandar lampung, atau Bangka.