pembuatan kerupuk palembang 202

1. Pembuatan adonan

Ikan disiangi, dicuci bersih, kemudian dibuang tulang dan kulitnya. Daging ikan (1 kg) digiling sampai halus dengan penambahan air (2 liter).Hasil penggilingan disebut dengan bubur ikan. Tepung tapioka (3,5 kg) diletakkan di atas meja ulen, dan dibentuk berupa sumur. Bubur ikan dituangkan ke dalam “sumur tapioka”, kemudian diulen(diaduk) sampai terbentuk adonan yang khalis, yaitu liat dan tidak lengket di tangan.

  1. Pencetakan Adonan

Adonan diletakkan di atas meja ulen, kemudian ditekan-tekan dengan tangan sehingga membentuk lembaran setebal 0,5-1,0 cm. Kemudian lembaran ini digiling dengan kayu penggiling sehingga menjadi rata dan tipis  (2-3 mm). Lembaran ini kemudian dicetak dengan menekankan cetakan ke permukaan lembaran. Adonan ini dapat juga dibentuk menjadi selinder dengan diameter 4 cm. Selinder ini kemudian dikukus.
3. Pengukusan

Adonan yang telah dicetak, atau adonan yang dibentuk berupa selinder dikukus selama 20 menit sehingga dihasilkan kemplang basah yang berwarna
bening dan mengkilat.
4. Pengeringan

Kemplang basah dijemur di atas tampah sampai kadar air dibawah 10% dengan tanda keras, dan mudah dipatahkan. Pada siang yang cerahdibutuhkan 3-4 hari untuk penjemuran.  Jika yang dikukus adalah adonan selinder, setelah dikukus, adonan masak ini dianginkan selama 2 malam sehingga adonan masak mengeras dan permukaannya mengering. Setelah itu adonan dipotongpotong (tebal 2-3 mm) sehingga diperoleh kemplang basah. Selanjutnya kemplang basah ini dikeringkan

5.Pemanggangan.

Kemplang kering dapat digoreng. Walaupun demikian, rasa dan bau kemplang akan lebih gurih jika dipanggang atau digoreng di atas bara api sampai mekar.

6.Kerupuk kemplang sudah bisa dinikmati atau dikemas bila mau di jual. (*)